Search This Blog

PERAN PERAWAT DALAM PROSES PENGGUNAAN OBAT


 lanjutan pengelompokan obat bag. 4


v  Peran advokasi dan kolaborasi oleh perawat

1.    Perawat advokat

a.         Menghargai keunikan kebutuhan pasien

b.         Manjamin setiap pasien untuk mendapat informasi yang cukup

2.    Perawat dalam berkolaborasi:

Melakukan interaksi yang konstruktif antara tenaga profesional untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan pemberian obat (kesembuhan pasien)

v  Peran perawat dalam proses penggunaan obat

1.    Peresapan obat

Setelah memilih, menentukan dosis dan membuat resep obat sesuai dengan penyakit pasien, perawat diharapkan dapat menginterpretasikan resep dengan akurat.

2.    Pengadaan obat:

a.         sebagian besar obat diadakan dengan menggunakan resep dokter, dan sebagian lainnya dengan membuat stok obat di bangsal perawat.

b.         Perawat diharapkan memfasilitasi pengadaan obat untuk memungkinkan pasien mendapatkan dengan cepat

3.    Penyiapan obat

a.       Perawat diharapkan memahami alasan, dosis, dan kerja obat yang lazim

b.      Menggunakan standar yang berlaku dirumah sakit, memeriksa tanggal kadaluarsa, partikulat, perubahan warna, dan cara pemberiannya

c.       Memastikan obat yang disiapkan adalah obat yang benar sesuai dengan order dokter dan etikat obat

d.      Memastikan obat tidak kontraindikasi dengan kondisi klien.

4.    Penyimpanan obat

a.       Suhu : merupakan faktor terpenting , karena pada umumnya obat bersifat termolabil (rusak dan berubah karena panas) untuk itu harus memperhatikan cara penyimpan. misal, insulin, suppositoria <15®c, vaksin 2-10®c.

b.      Posisi: pada tempat yang terang, letak setinggi mata, bukan tempat umum dan terkunci

c.       Kadaluarsa: obat baru diletakkan paling belakang, obat lama diletakkan di depan.

5.    Administrasi dan dokumentasi obat

a.       Memberikan obat dengan prinsip 7 benar: benar waktu, dosis, klien, obat, rute, dokumentasi, dan benar informasi.

b.      Memberikan informasi kepada pasien/ keluarga tentang potensi efek samping.

c.       Mendokumentasikan dengan benar, dan memastikan bahwa obat telah diberikan dengan baik kepada klien/pasien.

6.    Pemantauan efek obat

a.       Melakukan observasi respons pasien terhadap obat yang telah diberikan.

b.      Mengenal tanda dan gejala efek samping obat pada pasien

c.       Menghentikan sementara pemberian obat apabila terjadi efek samping , dan segera melaporkan kepada dokter.

v  Standar dan reaksi obat

1.    Kemurnian: suatu keadaan yang dimiliki obat karena unsur keasliannya, tidak ada percampuran

2.    Bioavailabilitas: berupa keseimbangan obat, keamanan dan efektifitas

v  Faktor yang mempengaruhi reaksi obat

1.       Absorbsi obat: pergerakan obat dari sumber kedalam tubuh melalui aliran darah, kecuali obat topikal.

2.       Distribusi obat kedalam tubuh: setelaoh obat di absorbsi, kemudian obat di distribusikan kedalam darah melalui vaskulerdan sistem menuju sel dan masuk ke dalam jaringan tertentu. Proses ini dapat dipengaruhi oleh keseimbangan cairan, elektrolit, dan keadaan patologis.

3.       Metabolisme obat: sertelah melalui sirkulasi, obat akan mengalami proses metabolisme. Obat akan ikut sirkulasi kedalam jaringan, kemudian berinteraksi dengan sel dan melakukan perubahan zat kimia menjadi lebih aktif

4.       Ekskresi sisa: setelah mengalami metabolisme , sisa zat ini tidak bereaksi kemudian keluar melalui ginjal berupa urine.

 

 

Post a Comment

0 Comments